Iklan Telepon Seluler Harus Perhatikan Kode Etik


Departemen Komunikasi dan Informatika mengingatkan makin maraknya perang iklan telepon seluler. Perang iklan soal tarif dinilai membuat operator melanggar etika beriklan.

Staf Ahli Menteri Bidang Media Masa Departemen Komunikasi, Henry Subiakto, mengingatkan hal ini terkait banyaknya iklan telekomunikasi. “Perang iklan ini sudah dikeluhkan oleh para pengurus Persatuan Pengusaha Periklanan. Mereka prihatin karena banyak terjadi pelanggaran etika,” ujar Henry di Jakarta Kamis (9/1).

Pelanggaran itu terkait materi iklan yang ditampilkan di media elektronik dan media cetak. Pelanggaran kode etik periklanan telepon seluler itu terkait pilihan kata yang menggunakan kata-kata ‘paling murah’ atau ‘termurah’. Iklan operator telekomunikasi saling serang dan tidak menyebutkan informasi yang lengkap.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: