Pelanggaran Etika Beriklan Masih Marak


Persatuan Pengusaha Periklanan Indonesia (P3I) menilai masih banyak iklan yang melanggar etika. Pelanggaran yang paling banyak adalah iklan yang mengklaim produknya terbaik. Padahal perusahaan yang beriklan itu tidak cukup data untuk mengatakan produknya terbaik.

Ketua Badan Pengawas Periklankan P3I, FX Ridwan Handoyo, mengatakan hingga awal tahun ini ada 80 laporan iklan yang ditangani P3I. Dari jumlah itu, 43 kasus diantaranya melanggar etika. Selebihnya laporan itu ada yang masih diproses, dan ada juga yang dinyatakan tidak bermasalah.

“50 persen pelanggaran itu berkaitan dengan superlatif,” kata Ridwan kemarin. Maksudnya perusahaan pengiklan menyatakan produknya paling atau ter. Kasus ini tidak hanya terjadi pada iklan televisi, tapi juga radio dan surat kabar.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: