Efektifkah Blog Sebagai Sarana Beriklan?

Efektifkah Blog Sebagai Sarana Beriklan?

(08/01/2007)Sekarang ini banyak medium baru sebagai sarana beriklan. Termasuk blog. Malah pengiklan kini mulai melirik blog sebagai sarana beriklan sebagai kepanjangan dari situs perusahan. Bahkan ada juga pengiklan yang bersedia memasang iklan di sebuah blog milik orang lain. Seberapa efektif blog sebagai sarana beriklan?

M. Aria Wahyudi
Brand Manager Fruit Tea dan Tebs PT Sinar Sosro

Cukup menarik untuk membuat blog. Tapi kita perkembangannya belum sampai ke sana. Nanti kita lihat perkembangannya. Untuk awareness dan call to action efektif lewat media massa. Tetapi kalau untuk retention dan community mungkin internet atau hand phone lebih efektif, karena lebih personal. Blog itu bagus, cuma memang harus hati-hati kalau pada saat kita mengkomunikasikan suatu merek yang belum establish. Problemnya, di blog kita akan mengomongkan diri kita masing-masing tidak ada kaitannya dengan merek yang kita jualkan. Kalau merek kita belum benar-benar kuat, mungkin blog belum relevan. Tapi kalau merek kita sudah menjadi path of life mereka, mungkin enggak masalah. Bahkan mungkin lebih efektif. Kita memiliki Fruittea.co.id sejak 2005. Untuk meng-awarekannya kita lakukan dengan satu program interaktif, dalam istilah kita viral marketing. Dampaknya bisa mencapai tiga juta orang. Kemudian kita coba pelihara dengan berita-berita sesuai dengan minatnya remaja, konten sesuai dengan minat remaja. Kita belum menggunakan situs lain untuk beriklan.

Andoko Darta
Managing Director Euro RSCG AdWork!

Data dari EURO RSCG Worldwide, jumlah blog di seluruh dunia sudah melebihi angka 10 juta blog. Sedangkan jumlah blog di Indonesia, dari 12 juta pengguna internet (sumber : APJII) ada 10 000 – 30 000 blog. Blog adalah potensi media baru yang dapat digunakan oleh pengiklan secara efektif, jika pengiklan menggunakannya secara cerdas. Kalau menggunakan kaidah periklanan tradisional, jelas blog tidak akan efektif, karena penguasaan media baru ini ada di tangan konsumen. Bagai pisau bermata dua, blog juga mempunyai potensi merusak citra perusahaan. Perusahaan komputer Dell di Amerika di tahun 2005 citranya terpuruk di mata jutaan orang hanya karena satu orang blogger, Jeff Jarvis. Jeff tidak puas dengan pelayanan Dell yang tidak baik, dan Jeff mulai menulis pengalaman buruknya itu di blog miliknya. Bagaikan virus, komplain Jeff itu berkembang ke blog lain di Amerika sampai ke seluruh dunia. Begitu fenomenalnya, media massa terkemuka ikut juga mengulas masalah ini.

Akhmad Saeful
Brand Manager Close Up

Saya melihat ada dua potensi di internet yaitu blogger dan broadcasting. Sebagai satu portofolio suatu media, saat ini dibilang kontribusi blogger belum signifikan tapi ke depan saya yakin yang berhubungan dengan teknologi pasti akan dibutuhkan. Terlebih target konsumen Close Up adalah remaja usia 15 – 24 tahun. Di mana anak muda begitu aware dengan teknologi, yang pastinya blogger akan menjadi sesuatu yang hype di kalangan anak muda. Menurut saya, pemakai blog, yang kerap di sebut blogger itu jumlahnya masih sedikit karena jumlah orang yang bersentuhan dengan internet di Indonesia belum begitu banyak. Karena medium ini bersifat spesifik maka blog menjadi medium dengan niche paling tajam. Dan dilihat anak muda yang dekat dengan blog sudah pasti punya curiosity dan awareness cukup tinggi atas teknologi. Close Up belum bermain di medium blogger tapi suatu saat akan melakukannya jika ada relevansinya dengan produk.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: