KONSER

Kata “Concert” memang terkesan domainnya “Off-Air Event”.
Artinya, jauh sebelum era televisi muncul di tahun 1930an,
pertunjukkan Off-Air Konser Musik sudah lebih dulu ada. Dan kalau
kita mengukur dari sejarah televisi Amerika, “Off-Air Event” ini
sudah lebih dulu di “On-Air”kan lewat Radio CBS,NBC dan ABC terutama
masa2 perang dunia ke 2 dimana konser musik seringkali dijadikan
Dogma Propaganda baik oleh Hitler, Jepang maupun Amerika. Lagu2
kebangsaan dan kepahlawanan dimainkan oleh orkestrasi dari militer
untuk membangkitkan semangat cinta negara dan membenarkan ajaran2
perang masa itu. Lalu untuk membedakan antara program musik (yang
menjadi dominan di radio) dengan konser musik maka para penyiar
selalu memberikan Cue bahwa “yang didengarkan oleh publik diambil
dari pertunjukkan musik live, bukan rekaman”.

Dalam perkembangannya, format “Concert” ditelevisi memang rancu
dengan variety show maupun program yang populer disebut program
musik. Ed Sullivan, raja talk show Radio diera tahun 1932 merupakan
orang yang membuat terobosan dalam format “Concert” di televisi. Ed
yang pada masa itu sering mewawancarai para musisi di radio, harus
kewalahan ketika bos (Raja Broadcaster) CBS TV, William S Paley
mengajaknya untuk mengangkat program Ed Sullivan Show ke layar kaca.
Ed langsung membuat terobosan yaitu merubah wilayah “Concert” dari
hanya “audio” radio menjadi “Concert” dengan “visual” televisi.
Lalu, tetap dengan gaya kocaknya, Ed memasukkan unsur “talk show”
diantara konser musik di studio CBS. Dan inilah terobosan
program “Concert” di televisi. The Ed Sullivan Show langsung populer
dan merajai peringkat rating selama 23 tahun! dari 1948 s/d 1971.

Sebenarnya yang dihadirkan oleh Ed sudah berkembang dari
forma “Concert” lalu berubah menjadi “Concert & Talk” dan terakhir
menjadi “Variety Show”. Namun publik Amerika justru mengenal program
ini sebagai “The Best Music Show”. Ed berhasil menaikkan pamor para
musisi dimasa itu seperti Nat “King” Cole,Duke Ellington, Louis
Amstrong, Elvis Presley, The Beatles, dll. Jadi, musisi
belum “ngetop” bila tidak diundang tampil dalam Ed Sullivan Show.
Dan Ed juga popular sebagai Music Host.

Dalam perkembangannya, pada era 70an, program televisi banyak
didominasi oleh sitkom dan program musik yang bukan “Live”.
Berkembangnya musik berirama Disko melalui klub Studio 54 di New
York, radio2 semakin banyak dan semakin populernya penjualan pita
rekaman kaset album musik, membuat munculnya era Lips-sing di
program2 acara musik televisi. Musisi sekelas Boney M, Village
People, ABBA, Kate Bush hingga Donny Osmond, tampil mengisi berbagai
acara disko di televisi tanpa harus “Concert” tapi hanya Lips-Sing
saja. Selain lebih murah dan lebih aman dari kualitas musik Disco
yang mengandalkan mesin elektronik “Drum”, jumlah episode bisa
diproduksi lebih banyak. Disinilah, era “Concert” mulai redup.
Sesekali memang ada program “Concert” dari musisi yang lebih suka
tampil Live seperti The Doobie Brothers, The Who dan Suzi Quatro.

Nah, pada era 80an, generasi MTV muncul menggoyang dunia televisi.
Tepatnya sejak Agustus 1981 hingga 2000, MTV menjamah semua format
acara televisi (Talk Show, Magazine, Repackaging, Variety,dsb) dan
dimasukkan dalam satu kata “TV MUSIC SHOW”. Jadi, apapun kemasan
program di MTV (termasuk “Concert”) sudah di “Brand”kan sebagai
program musik MTV! ini memang sebuah strategi marketing yang jitu.
Dan baru berhenti di tahun 2000an ketika MTV tidak lagi sendirian,
ada pesaing2 VH1,MCT,BET,dsb. Saat ini MTVpun lalu lebih banyak
memproduksi program2 Reality Show dibandingkan penayangan video
musik….


Mungkin anda ada benarnya juga. Format program televisi memang
lentur, berkembang dan terus beradaptasi sesuai dengan nilai2
kreatifitas yang terus tumbuh di era digital ini. Menurut saya, kita
bisa menambahkan program musik dalam dalam kategori format acara
televisi yang semula berjumlah 7 kategori
(Talk,magz,quiz,game,repackaging,variety,concert). Atau mungkin bisa
juga kita mengganti Concert dengan program musik. Toh, pengertian
concert juga sama dengan musik. Bahkan, kalau dikaji lagi,
seharusnya, reality show bisa ditambahkan juga….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: